IP Anda :

Tampilkan postingan dengan label detikinet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label detikinet. Tampilkan semua postingan

12 Agustus 2008

Bill Gates Suka Badminton

Beijing - Badminton alias bulutangkis bukanlah cabang populer di Amerika Serikat. Tapi siapa sangka seorang Bill Gates mengaku menggemari olahraga yang satu ini.

Salah satu orang terkaya di dunia itu -- nomor tiga per Februari 2008 -- didapati hadir di tribun VIP Beijing University of Technology Gymnasium, Senin (11/8/2008), saat berlangsungnya babak penyisihan cabang bulutangkis di Olimpiade Beijing.

Ditemani istrinya Melinda, ia menyaksikan unggulan ketiga Bao Chunlai mengalahkan Kevin Gordon dari Guatemala dengan straight set 21-17 21-16.

"Luar biasa. Saya sangat terkesan," seloroh Gates tentang pengalamannya berada di tengah-tengah suasana riuh rendah publik tuan rumah itu.

Saat ditanya apakah dia penyuka berat badminton, pendiri perusahaan raksasa Microsoft itu menjawab, "Saya memang sudah jadi fans olahraga ini."

Sehari sebelumnya pria berusia 52 tahun itu, yang beberapa waktu lalu sempat mengunjungi Indonesia, juga menjadi penonton di venue cabang renang, bersamaan waktunya dengan Presiden George W. Bush. Demikian dikutip dari Reuters.(Andi Abdullah Sururi - detikinet)

sumber : detikinet

13 Mei 2008

Kartun Bill Gates Sambut SBY

Durasi: 1.13 menit.

Selain secara fisik, Bill Gates juga hadir dalam bentuk kartun saat berkunjung ke Indonesia. Kartun itu pun menyambut Presiden SBY dengan Bahasa Indonesia yang lancar.




Sumber : DetikTV

Kisah Baju Batik Bill Gates


Jakarta (detikinet) - Dengan rambut agak acak-acakan, bos Microsoft Bill Gates tetap menawan mengenakan baju batik warna keemasan di acara Presidential Lecture. Tidak ada rencana sebelumnya Bill Gates akan mengenakan batik. Hal ini terjadi secara mendadak. Bagaimana kisahnya?

Bill Gates menjadi pusat perhatian banyak or
ang ketika memberi kuliah umum di hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (9/5/2008). Bill Gates membawakan presentasi mengenai 'Second Digital Decade'.

Bisa jadi acara ini diikuti oleh jutaan orang. Sebab, selain ribuan orang yang memadati JCC, jutaan orang bisa menyaksikannya lewat televisi. Sejumlah media elektronik pun berlomba-lomba memberitakan Bill Gates. Tepukan tangan berkali-kali dalam acara yang juga dihadiri Presiden SBY itu.

Di luar isi presentasi yang serius-serius, ada hal menarik yang membuat orang terpesona melihat Bill Gates: baju batik yang dikenakannya. Gara-gara baju batik Bill Gates ini, Presiden SBY pun mengganti kostumnya, dari jas lengkap berdasi, menjadi baju batik lengan panjang warna ungu-merah-keemasan.

Wajar bila Presiden SBY juga ikut ganti baju. Sebab, berdasarkan penelusuran detikcom, dalam acara ini, seharusnya Bill Gates memang mengenakan pakaian resmi: jas dan berdasi. Tapi, perubahan begitu cepat terjadi.

Ternyata ada tawaran lain yang membuat Bill Gates tertarik mengubah kostumnya dan memilih mengenakan baju batik. Adalah Rachmat Gobel, bos Panasonic, yang mempunyai inisiatif menawarkan baju batik kepada Bill Gates. Selain produk asli Indonesia, baju batik juga sudah dikenal sebagai baju yang pro lingkungan.

Karena Bill Gates menerima tawaran itu, Rachmat pun menghubungi desainer batik kondang, Iwan Tirta. Tanpa basa-basi, Iwan Tirta yang sudah kesohor itu pun memilihkan baju batik untuk Bill Gates. Baju batik warna keemasan dengan motif 'pisang bali manggar' dirasa sangat cocok untuk Gates. Motif ini merupakan motif yang sering dipakai oleh para anggota kerajaan Mangkunegaran Solo.

Oleh Iwan Tirta, baju batik itu lantas diberikan kepada Rachmat Gobel untuk selanjutnya diserahkan kepada Bill Gates. Dan ternyata, Bill Gates benar-benar mengenakannya. Bill Gates pun semakin memesona banyak orang. Padahal, banyak pejabat dan politisi yang hadir mengenakan pakaian jas.

(
Arifin Asydhad - detikinet)
sumber : detikinet

07 Mei 2008

Kontroversi GTA IV

Durasi: 1.20 menit.

Meski kontroversial, Game Grand Theft Auto IV (GTA IV) diyakini akan laku keras di pasaran. Seperti apa sih gamenya?




Sumber : DetikTV

02 Mei 2008

Jangan Mau 'Kerja' di Microsoft

New York (detikinet) - Siapa yang tidak tergiur untuk bekerja di perusahaan raksasa macam Microsoft, Yahoo, dan PayPal? Meski menggiurkan, tapi hendaknya Anda waspada ketika melihat lowongan pekerjaan untuk perusahaan-perusahaan tersebut bertebaran di internet. Karena bisa-bisa Anda terjebak dengan iklan palsu.

Itulah modus penipuan yang dilakukan seorang pria New York. Pria bernama Frantzy Morisset itu memajang iklan lowongan pekerjaan gadungan di beberapa situs lowongan kerja internet, seperti CareerBuilder.com, Counsel.net and Monster.com selama Januari 2006-Juli 2007. Dalam lowongan tersebut, dituliskan bahwa perusahaan-perusahaan besar macam Microsoft, Yahoo, dan PayPal membutuhkan karyawan baru.

Salah satu contoh iklan lowongan palsu tersebut misalnya berbunyi: "Microsoft tengah mencari karyawan cerdas yang merasa dirinya hebat dan memiliki mimpi hebat untuk mengisi berbagai posisi yang banyak tersedia. Karyawan tersebut dapat bekerja dari rumah dengan jam kerja yang fleksibel, dengan penghasilan sekitar USD 15-27,5 per jam atau sekitar Rp 138 ribu-253 ribu untuk posisi administrasi, customer service, dan sales."

Meski jika kita cermati iklan tersebut terasa janggal dan terlalu muluk-muluk, tetap saja ada orang yang menjadi korban. Para korban tersebut diminta mengirimkan informasi pribadi, misalnya tanggal lahir, dan nomor jaminan sosial.

Penipu kemudian akan menggunakan informasi tersebut untuk mencuri identitas korban atau menjualnya kepada pelaku kriminal lainnya. Bahkan si pembuat iklan gadungan tersebut juga meminta data-data informasi perbankan korban.

Tak terima nama besarnya dicatut untuk menipu, pihak Microsoft segera menggelar investigasi. Akhirnya, si pelaku tertangkap dan diganjar hukuman penjara selama 16 bulan-4 tahun. Demikian dikutip detikINET dari Computerworld, Jumat (2/5/2008).

Nama besar Microsoft juga pernah dicatut untuk undian berhadiah palsu. Para korban melapor bahwa mereka mendapat undian berhadiah berupa uang tunai karena telah menggunakan produk Microsoft. Kemudian mereka diminta membayar sejumlah uang sebagai pajak hadiah. Namun, rupanya hadiah yang dijanjikan tak kunjung datang.

(Fransiska Ari Wahyu - detikinet)
sumber : detikinet